Gencatan Senjata AS-Iran Bikin Bitcoin Sentuh $72K, Minyak Anjlok
Pasar global bergerak dramatis dalam semalam. Setelah berpekan-pekan dibayangi ketegangan militer, AS dan Iran akhirnya menyepakati gencatan senjata dua minggu yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Hasilnya langsung terasa: harga minyak dunia anjlok signifikan, sementara Bitcoin melonjak dan sempat menyentuh $72.379 dalam 24 jam terakhir.
Bagi investor kripto Indonesia, ini bukan sekadar berita geopolitik biasa. Pergerakan ini memperlihatkan seberapa sensitif harga Bitcoin terhadap sinyal makro global, dan sekaligus membuka pertanyaan besar: apakah ini awal rally yang sesungguhnya, atau sekadar reaksi sesaat?
Menit-Menit Sebelum Deadline Trump
Ketegangan ini sudah memuncak sejak beberapa hari lalu. Presiden Trump secara terbuka mengancam akan menghancurkan Iran "dalam satu malam" jika negara itu tidak setuju membuka Selat Hormuz sebelum deadline Selasa malam waktu AS. Ancaman ini bukan gertakan kosong di mata pasar. Selat Hormuz adalah jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, dan blokade di sana langsung mengerek harga minyak serta memukul seluruh aset berisiko, termasuk Bitcoin yang sempat tertekan di bawah $70.000.
Sesaat sebelum deadline berakhir, Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertingginya mengumumkan penerimaan atas gencatan senjata dua minggu tersebut. Iran menegaskan bahwa ini bukan berarti perang telah usai, hanya sebuah jeda. Namun bagi pasar, sinyal itu sudah cukup untuk memicu pergerakan besar dalam hitungan menit.
Harga minyak langsung anjlok tajam setelah pengumuman kesepakatan ini, mencerminkan berkurangnya premi risiko geopolitik yang selama ini menggantung di atas pasar energi global. Di sisi lain, aset berisiko seperti Bitcoin langsung bergerak ke atas.
Bitcoin Naik 3,88% dalam 24 Jam, Tapi Analis Masih Hati-Hati
Respons Bitcoin terhadap kabar gencatan senjata ini cukup tajam. Dari level di bawah $70.000 yang sempat menjadi zona tekanan selama beberapa hari, BTC melesat dan mencatatkan high harian di $72.379 sebelum sedikit terkoreksi ke kisaran $71.291 saat artikel ini ditulis. Kenaikan 3,88% dalam 24 jam ini datang bersamaan dengan Ethereum yang naik lebih agresif, yaitu 5,99% dalam periode yang sama.
Namun para analis mengingatkan untuk tidak terlalu cepat euforia. Menurut laporan The Block, seorang analis menyebut bahwa momentum naik saat ini belum cukup untuk dikonfirmasi sebagai long-term bull cycle. "Dibutuhkan resolusi penuh, bukan sekadar gencatan sementara, agar kenaikan ini bisa berlanjut secara berkelanjutan," parafrase dari posisi analis tersebut dalam laporan yang diterbitkan Selasa malam.
Konteks ini penting. Gencatan dua minggu berarti ketidakpastian belum hilang. Jika negosiasi gagal dan konflik kembali memanas setelah periode ini, pasar bisa berbalik arah sama cepatnya.
Sisi Lain: Hashrate Iran Anjlok 77%, ETF Tetap Menarik Aliran Dana
Ada detail menarik yang sering luput dari perhatian. Di tengah konflik yang berlangsung selama kuartal terakhir, hashrate Bitcoin dari Iran dilaporkan turun hingga 77%. Iran selama ini dikenal sebagai salah satu penambang Bitcoin terbesar di dunia karena harga listriknya yang murah. Kejatuhan hashrate ini turut berkontribusi pada penurunan hashrate jaringan global secara keseluruhan, meski analis menilai faktor utamanya lebih ke tekanan profitabilitas mining akibat harga BTC yang sempat tertekan, bukan semata karena konflik.
Di sisi permintaan institusional, gambarannya justru lebih positif. Sebelum kabar gencatan senjata ini, spot Bitcoin ETF sudah mencatatkan inflow sebesar $471 juta dalam satu hari perdagangan. Angka ini menunjukkan bahwa investor institusional tidak sepenuhnya melarikan diri dari Bitcoin meski pasar sedang bergejolak. Aliran dana ini menjadi semacam floor yang menopang harga BTC agar tidak turun terlalu dalam.
Ditambah lagi, data on-chain menunjukkan bahwa dompet long-term holder kini menyerap 4,37 juta BTC, sementara indeks aktivitas jaringan menyalakan sinyal bull phase. Dua sinyal ini, bila digabungkan dengan meredanya risiko geopolitik, membentuk kombinasi yang cukup menarik perhatian investor.
Harga & Price Action
Bitcoin saat ini diperdagangkan di $71.291, masih dalam zona high 24 jam yang sempat menyentuh $72.379. Dalam tujuh hari terakhir, BTC sudah naik 4,50%, sebuah pergerakan yang cukup berarti setelah berminggu-minggu tertekan oleh kombinasi konflik Iran dan kekhawatiran makro. Ethereum mengikuti dengan kenaikan 6,73% dalam 7 hari, diperdagangkan di $2.232 setelah sempat menyentuh high harian di $2.257.
Yang perlu diingat: kedua aset ini masih cukup jauh dari puncaknya. Bitcoin saat ini masih 43,46% di bawah all-time high (ATH)-nya di $126.080, sementara Ethereum bahkan lebih dalam, yakni 54,87% di bawah ATH $4.946. Jarak ini bisa dibaca dua cara: masih ada upside yang signifikan jika katalis-katalis positif terus datang, tapi juga mengingatkan bahwa pasar belum sepenuhnya bullish. Level $72.000 ke atas kini menjadi zona yang akan diperhatikan ketat. Jika BTC bisa hold di atas level ini dan gencatan senjata berlanjut ke kesepakatan permanen, potensi kelanjutan rally akan semakin terbuka.
KESIMPULAN:
Gencatan senjata AS-Iran adalah katalis makro besar yang dalam semalam menggerakkan minyak, kripto, dan sentimen pasar global sekaligus. Bitcoin naik ke $72K, Ethereum melonjak hampir 6%, dan inflow ETF menunjukkan minat institusional yang tidak goyah. Tapi ini baru gencatan dua minggu, bukan perdamaian permanen. Investor perlu memantau perkembangan negosiasi lanjutan dan apakah momen ini bisa bertahan menjadi momentum yang lebih panjang.
Capek ngikutin berita dan gocekan tweet Trump ini sendirian? Wajar. Geopolitik, hashrate, ETF inflow, harga minyak, semuanya saling terhubung dan bergerak cepat.
Di NOBI Dana Kripto, tim kami yang pantau semua itu. Portofolio BTC, ETH, dan SOL kamu dikelola secara aktif, supaya kamu nggak harus begadang tiap ada breaking news dari Timur Tengah.
Cek selengkapnya di nobi.id/produk-kami
Mulai investasi kripto yang #SemudahItu bersama NOBI Dana Kripto
Tentang NOBI Dana Kripto
NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.
Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.
Share This Post
