Laporan Kinerja NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Januari 2026

Laporan Kinerja NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A Januari 2026


Ringkasan Performa NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A

Pada akhir Januari 2026, Nilai Aset Bersih Dana Kripto (NABDK) per Unit dari NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A tercatat sebesar Rp963,29. Angka ini menunjukkan koreksi sebesar 3,67% sejak produk diluncurkan pada 6 Januari 2026. Meskipun mengalami pelemahan tipis, strategi aktif NOBI berhasil memitigasi risiko secara signifikan dibandingkan dengan pergerakan pasar secara luas.

Analisis Dinamika Pasar

Pada paruh pertama Januari 2026, Aset Kripto utama mencatatkan apresiasi signifikan. Faktor pendorong utama adalah rilis data Consumer Price Index (CPI) AS bulan Desember 2025 pada 13 Januari 2026 yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Hal ini memicu sentimen risk-on dan memperkuat ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.

Pada periode ini, harga Aset Kripto utama mencapai puncak valuasinya, di mana Bitcoin diperdagangkan pada level Rp1.645.820.000, Ethereum menyentuh Rp57.151.000, dan Solana mencapai Rp2.496.055. Sejalan dengan tren penguatan tersebut, NABDK per Unit Kripto NOBI Kelas A turut mencatatkan posisi tertinggi di angka Rp1.032,05.

Namun demikian, sentimen pasar berbalik menjadi risk-off sejak 18 Januari 2026, yang dipicu oleh akumulasi faktor makro dan geopolitik sebagai berikut:

  1. Sentimen Hawkish: Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Fed yang dipandang hawkish serta sikap Jerome Powell yang mempertahankan suku bunga di level 3,5%–3,75% meningkatkan kekhawatiran likuiditas global.
  2. Instabilitas Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah dan insiden ledakan pelabuhan di Iran memicu rotasi modal ke aset safe-haven.
  3. Risiko Fiskal AS: Potensi government shutdown di Amerika Serikat akibat kegagalan senat dalam meloloskan undang-undang pendanaan per 30 Januari.

Kombinasi berbagai faktor tersebut memicu koreksi tajam per 31 Januari 2026, di mana Bitcoin, Ethereum, dan Solana mencapai titik terendah bulanan pada level Rp1.300.001.000, Rp38.324.000, dan Rp1.657.115.

Perbandingan Efektivitas Strategi

Efektivitas manajemen risiko NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A terlihat jelas melalui perbandingan dengan koreksi tajam yang dialami oleh aset kripto utama pada periode yang sama. Sepanjang Januari 2026, pasar mengalami tekanan signifikan di mana Bitcoin, Ethereum, dan Solana masing-masing mencatatkan drawdown sebesar 21,01%, 32,94%, dan 33,61%.

Berbanding terbalik dengan penurunan aset-aset utama tersebut, NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A menunjukkan resiliensi yang jauh lebih tinggi dengan tingkat drawdown yang terjaga di level 6,66%. Mitigasi risiko yang efektif ini merupakan hasil dari keputusan taktis untuk mengurangi eksposur pada Bitcoin, Ethereum, dan Solana secara progresif sejak 23 Januari 2026, seiring dengan munculnya tren pelemahan pasar. Dengan disiplin investasi yang ketat sesuai prospektus, strategi NOBI terbukti mampu menangkap peluang pertumbuhan saat pasar bullish sekaligus memberikan proteksi nilai investasi (downside protection) saat sentimen pasar memburuk.

Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Share This Post