Perang Iran-AS Hampir Usai? Harga Minyak Naik, Bitcoin Bergejolak Usai Pidato Trump

Perang Iran-AS Hampir Usai? Harga Minyak Naik, Bitcoin Bergejolak Usai Pidato Trump

Trump baru saja berpidato ke seluruh Amerika, dan pasar langsung bereaksi. Dalam pidato nasional pertamanya sejak konflik Iran dimulai, Presiden AS menyebut bahwa operasi militer sudah "sangat dekat" dengan selesai. Pernyataan itu cukup untuk mengguncang harga minyak, saham, sekaligus Bitcoin secara bersamaan.

Bagi investor kripto Indonesia, ini bukan sekadar drama geopolitik dari jauh. Konflik Iran-AS sudah menekan sentimen pasar selama beberapa pekan terakhir, dan setiap sinyal perubahan arah perang langsung terbaca di harga aset digital. Hari ini, Bitcoin kembali tergelincir sementara minyak justru menguat, kombinasi yang menarik untuk dicermati.

Trump Berbicara, Pasar Langsung Bergerak

Ini adalah pidato televisi pertama Trump sejak eskalasi militer dengan Iran dimulai. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa tujuan operasi militer AS sudah "mendekati selesai" dan militer berada dalam posisi yang sangat kuat. Sekilas terdengar seperti kabar baik, tapi pasar justru merespons dengan campuran yang kompleks.

Harga minyak langsung melonjak setelah pidato tersebut. Logikanya sederhana: ketika operasi militer di kawasan Timur Tengah berlangsung, pasokan minyak dari wilayah tersebut tetap terancam, dan pasar energi masih melihat risiko yang belum sepenuhnya mereda. Sementara itu, BBC melaporkan bahwa pidato Trump "tidak banyak meredakan kegelisahan pasar" dan justru memunculkan pertanyaan baru soal apa yang dimaksud "nearing completion" secara konkret.

Kondisi ini mengingatkan pada dinamika klasik ketika pernyataan pemimpin negara besar tidak memberi kepastian yang cukup. Pasar tidak suka ketidakpastian, dan frasa "hampir selesai" tanpa detail waktu yang jelas membuat pelaku pasar memilih berhati-hati.

Dampak Konflik Iran ke Bitcoin: Analisis Harga BTC $67.000
Eskalasi konflik Iran menekan harga Bitcoin ke $67.000. Analisis dampak geopolitik Timur Tengah terhadap pasar kripto dan langkah investor.

Kenapa Bitcoin Turun Saat Perang Hampir Selesai?

Di atas kertas, berita perang hampir usai seharusnya menjadi angin segar bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Tapi reaksi hari ini justru sebaliknya. Bitcoin tergelincir bersamaan dengan pidato Trump, dan ini mencerminkan satu hal: narasi "safe haven" Bitcoin masih belum sepenuhnya terbentuk di kepala investor institusional global.

Ketika minyak naik, inflasi berpotensi ikut naik. Itu artinya tekanan pada kebijakan moneter The Fed bisa kembali menguat. Skenario "higher for longer" untuk suku bunga adalah mimpi buruk bagi aset spekulatif, dan saat ini Bitcoin masih sering dimasukkan ke dalam kategori itu oleh sebagian besar manajer portofolio besar. Bank of England bahkan sudah memperingatkan bahwa guncangan perang Iran bisa mendorong harga energi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan biaya pinjaman bagi jutaan pemilik rumah di Inggris.

Di sisi lain, ada satu fakta menarik yang patut dicatat. Seorang whale di platform decentralized exchange Hyperliquid dilaporkan memasang posisi short senilai $80 juta, bertaruh bahwa Bitcoin akan turun sementara minyak akan naik. Sejauh ini, taruhan tersebut setidaknya sebagian terbukti benar hari ini, meski data historis menunjukkan trader ini pernah rugi jutaan dolar di masa lalu.

Konflik yang Lebih Luas: Timur Tengah, Energi, dan Kripto

Perang Iran-AS tidak berdiri sendiri. Israel juga dilaporkan terus mengintensifkan serangan di Lebanon, menyasar area yang bahkan berada di luar kendali Hezbollah. Kombinasi dua konflik besar di kawasan yang sama menciptakan lapisan ketidakpastian geopolitik yang tebal, dan seluruhnya berdampak ke pasar energi global.

Harga bensin di Inggris mencatatkan kenaikan bulanan tercepat dalam sejarah per Maret 2026, menurut RAC, sebuah sinyal konkret bahwa efek perang sudah terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat biasa. Tekanan inflasi energi ini menjadi salah satu alasan mengapa pasar kripto sulit rally meski ada sentimen "perang hampir usai."

"Pidato Trump tidak memberikan kepastian yang dibutuhkan pasar soal garis waktu dan kondisi pasca-konflik," begitu kira-kira pandangan analis yang dikutip oleh BBC dalam liputannya tentang respons pasar terhadap pidato tersebut. Ketidakpastian inilah yang terus menghantui pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Dana Pensiun AS Masuk Kripto: Dampaknya ke Harga Bitcoin
Dana pensiun Amerika Serikat mulai melirik Bitcoin sebagai aset investasi. Apa dampaknya terhadap harga kripto dan adopsi institusional global?

Harga & Price Action

Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $66.568, turun 2,20% dalam 24 jam terakhir. Dalam sehari, harga bergerak di kisaran $66.545 hingga $69.136, artinya ada tekanan jual yang konsisten menjaga Bitcoin dari kembali ke level $69.000 ke atas. Secara mingguan, Bitcoin sudah terkoreksi 6,57% dari level sepekan lalu, penurunan yang cukup terasa bagi siapapun yang masuk di area $71.000.

Yang perlu diingat adalah konteks yang lebih luas. Bitcoin saat ini masih berada 47,20% di bawah all-time high-nya di $126.080. Jarak yang jauh itu bisa dibaca dua cara: sebagai tanda bahwa koreksi ini masih belum selesai, atau sebagai ruang upside yang besar jika sentimen geopolitik berbalik arah. Ethereum sendiri tidak jauh berbeda kondisinya, turun 2,15% ke $2.055 dan kini berada 58,45% di bawah ATH-nya di $4.946. Jika konflik Iran benar-benar mereda dan tekanan inflasi mulai longgar, keduanya punya potensi re-rating yang signifikan. Tapi selama ketidakpastian geopolitik ini belum tuntas, pasar kemungkinan akan bergerak dengan volatilitas tinggi di kedua arah.

Kinerja NOBI Dana Kripto Maret 2026
Performa NOBI Dana Kripto Maret 2026, Nilai Aset Bersih Dana Kripto per Unit Kripto sebesar Rp916,57, mengalami koreksi bulanan sebesar 4,82%.

Kesimpulan

Pidato Trump soal operasi militer yang "hampir selesai" ternyata belum cukup untuk menenangkan pasar. Bitcoin turun, minyak naik, dan ketidakpastian masih mendominasi. Investor kripto perlu mencermati dua hal ke depan: apakah ada konfirmasi konkret berakhirnya konflik Iran, dan bagaimana trajektori inflasi energi mempengaruhi ekspektasi suku bunga The Fed. Keduanya akan jadi penentu arah Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan dalam beberapa pekan mendatang.


Capek ngikutin semua berita perang, minyak, dan sinyal makro yang berubah-ubah tiap hari? Wajar banget rasanya begitu.

NOBI Dana Kripto yang urus semua itu buat kamu. Tim kami pantau kondisi makro dan kelola portofolio BTC, ETH, serta SOL, biar kamu nggak perlu begadang nungguin pidato Trump tengah malam.

Tentang NOBI Dana Kripto

NOBI Dana Kripto adalah produk manajemen aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diluncurkan oleh PT Dana Kripto Indonesia, peserta Sandbox OJK dengan nomor surat OJK S-196/IK.01/2025.

Produk ini memberikan akses bagi investor untuk berinvestasi di aset kripto dengan cara yang mudah, aman, dan teregulasi, lewat satu produk indeks kripto. Portofolio NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A difokuskan pada aset kripto utama yaitu Bitcoin, Ethereum, dan Solana, menjadikannya pilihan tepat bagi investor yang menargetkan pertumbuhan jangka menengah maupun panjang.

Share This Post